Minggu, 04 Juli 2010

curhatan 10022010_19.50

Assalamualaykum wr .wb
Ini tentang keluargaku…Aq lahir dikeluarga yang sederhana atau mungkin sangat sederhana sebab bapak dan ibuku sama-sama bekerja sebagai wiraswasta. Wiraswasta yang sederhana bukan seperti pengusaha yang memiliki perusahaan berlebel nama mereka. Tapi aku masih beruntung dibanding saudara-saudaraku yang kurang secara ekonomi. Yach meskipun penghasilan orang tuaku musiman artinya tidak setiap bulan ayahku mengantongi uang yang berlebih. Saat musim itu tibapun ayahku selalu mempergunakannya untuk modal kembali. Ayahku bukan seorang pengusaha yang terlalu handal. Beliau terlalu baik hatinya hingga saat teman-temannya menginginkan bantuan untuk “bekerja sama” dengan ayahku beliau mau-mau saja karena beliau telah merasakan hidup susah sejak kecil. Beliau bermaksud baik yaitu menolong temannya yang sedang susah namun apa mau dikata banyak uang yang tidak kembali padahal ayahku pengusaha yang bermodal pas-pasan. Hal ini terjadi tak hanya sekali,,andaikan uang yang hilang itu ada mungkin cukup untuk membeli mobil yang keren,,hehehehe maklum mobil yang dimiliki keluargaku itu hanya sebuah mobil tua keluaran tahun 90-an yang acnya dari jendela..heheheh. Tapi bukan ayahku namanya kalau beliau gelisah dengan keadaan ini. Ayahku adalah ayah nomor satu yang pernah kukenal. Beliau sangat tenang sekali dan selalu berkata “Mungkin nanti gantinya akan lebih baik”. Ibu sempat kesal karena ayahku begitu baiknya hingga keluarga “susah” dengan keadaan bisnis yang tak kunjung berkembang. Ayah pernah sesekali menagih kepada temannya namun temannya bilang “saya belum memiliki uang”. Beliau tak pernah sekalipun memaksa temannya untuk membayar karena beliau selalu merasa temannya itu orang baik,,andai dia punya pasti akan dibayar. SubhanAllah setidaknya aku bisa mengambil pelajaran bahwa kita harus selalu husnuzan kepada orang. Yach itu yang dilakukan ayahku. Tapi disisi lain ini bukan sifat pengusaha yang baik. Ayahku adalah orang yang sangat sabar dan penyayang,bagaimana tidak?! Ibu memiliki umur yang jauh lebih tua dibanding ayahku,,dengan latar belakang sebagai yang dituakan dikeluarga besarnya ibu lebih banyak mengatur segala hal. Aku tahu kadang ibu terlalu berlebihan dalam mengatur segalanya atau bahkan kadang lalai menjalankan kewajiban seorang istri. Tapi bukan ayahku kalau beliau mengeluh..Beliau dengan sabarnya memaklumi keadaan yang ada. Beliaupun mengerti kalau ibu memiliki sifat yang keras dan banyak mengatur itu karena latar belakang keluarganya. Ayahku juga tidak menuntut hak beliau secara berlebihan kepada ibu karena ayahku adalah ayah nomor satu. Saat aku bersedih karena telah melakukan kesalahan beliau adalah tempat yang paling kucari untuk berbagi karena aku tahu ayahku tak akan marah, beliau malah menenangkanku disaat aku kalut. Ayahku memang tenang orangnya dan keikhlasannya dalam menjalani kehidupan itu adalah pelajaran terbesar yang tertanam dalam benakku. Ayahku adalah orang yang suka bingung saat melihat orang sakit apalagi ibu yang sakit. Wah beliau adalah sosok yang dicari ibu saat ibu mulai kesakitan karena penyakitnya. Dan beliau adalah suporter utama dalam memberi semangat untuk sembuh pada ibu. Beliau juga sosok yang lucu untukku..meskipun aku sebesar ini aku tumbuh sebagai gadis yang manja. Aku selalu minta “emplok” saat aku dirumah dan ayahku dengan senyum khasnya beliau bersedia menyandarkan punggungnya yang telah berumur untukku. Aku sangat berterima kasih pada Allah karena aku dilahirkan sebagai anak tunggal dikeluarga yang sederhana. Ibuku juga adalah seorang ibu nomor satu untukku. Di usianya yang semakin berkurang didunia ini tapi beliau selalu ingin mengerti apa yang kuinginkan. Beliau selalu mencari solusi atas apa yang terjadi padaku. Yach itu ibuku,,seorang wanita yang memiliki semangat yang kuat dan ambisi yang luar biasa untuk mencapai sesuatu..Kadang ayahku suka komplen tentang keinginan-keinginan ibu yang dirasa berlebihan. Tapi beliau adalah wanita yang memiliki prinsip dan selalu memasang target untuk setiap kegiatan. Beliau tidak ingin membuang waktu percuma. Ini juga menjadi pelajaran berharga untukku. Beliau adalah seorang ibu yang selalu ingin menyenangkan anaknya,kadang meskipun dalam keadaan lelah beliau masih memenuhi keinginanku yang merengek meminta masakan yang aneh-aneh. Beliau adalah seorang ibu yang mudah sekali mengekspresikan perasaanya. Beliau tidak segan untuk meminta maaf padaku karena beliau tidak sempat meneponku,,beliau juga tidak segan untuk mengatakan “ibu sayang ruri” dikala kita sedang menikmati larutnya malam. Ibu adalah sosok yang luar biasa dalam hidupku. Diusianya yang tua beliau masih bermanja-manja pada ayahku,,ingat sekali saat beliau pulang dari kerja setelah mengucapkan slam beliau mencari ayah dengan berkata “sayangku mana?” hal ini yang akan kucontoh kelak,,hehehehe. Sering kali beliau merengek menja pada ayahku. Hmmm….pantesan meskipun kedua orang tuaku telah berumur ayah adalah seorang yang tak bisa lepas dengan ibu. Beliau adalah seorang ibu yang pintar memasak…semoga ini akan menular padaku,hehehehe. Ayah lebih memilih makan dengan lauk seadanya daripada beli diluar asal ibu yang masak. Aku juga heran ibu selalu bisa mencoba resep-resep baru dan masakannya itu berhasil. Aku sangat menyayangi keluarga ini. Meskipun aku tak memiliki kamar sendiri dan masih tidur bersama ibu tapi aq senang =). Meskipun kadang aku masih berpikir saat ingin minta uang jajan karena belum musimnya ayah dapat uang tapi aku senang. Dengan begitu aku lebih melihat kebawah. Betapa beruntungnya aku memiliki keluarga yang hebat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar